Banyak makna dari hijrah yang telah diartikan oleh para ulama, baik ulama terdahulu hingga sekarang. Namun dari berbagai arti dan makna hijrah tersebut, salah satu titik tekannya yakni "Berpindah/Perpindahan". Yakni bagaimana dahulu Rasulullah SAW dengan Sahabat Sayidina Abubakar Shiddiq ra, melakukan hijrah (berpindah) dari Kota Makkah menuju Kota Yastrib (Madinah) sesuai perintah Allah SWT, dan pada akhirnya diikuti oleh para Sahabat-sahabat Nabi SAW yang lain.
Sebagaimana kita ketahui bahwasannya Kota Makkah pada saat itu terkenal dengan Kota yang penuh dengan kegelapan, yakni kota yang penuh maksiat, kekerasan, kejahatan, dan pelanggarran terhadap Allah SWT lainnya. Hingga Rasulullah SAW pun ketika mendapatkan risalah ke-Nabian, Rasulullah SAW perlahan-lahan mendakwahkan agama Islam ini kepada keluarga terdekatnya, dan inilah yang disebut sebagai "Dakwah secara sembunyi-bunyi", hingga datang perintah Allah SWT untuk melakukan "Dakwah secara terang-terangan".
Namun, yang perlu digaris bawahi adalah bahwa dalam bentuk kedua dakwah tersebut, Rasulullah SAW terus mendapatkan serangan dan terror dari para Kafir Quraisy, hingga Rasulullah SAW dilemparkan batu, kotoran hewan dan manusia, bahkan sampai diancam dibunuh.
Namun Rasulullah SAW tetap teguh dan terus berpegang didalam tali agama Allah, yakni tetap mendakwahkan agama islam kepada para Kafir Quraisy, hingga perlahan demi perlahan, dengan ilmu dan adab, banyak para orang-orang Kafir Quraisy yang memeluk islam ditangan Rasulullah SAW.
Hingga tiba saatnya yakni turun perintah "Hijrah" dari Allah SWT kepada Rasulullah SAW. Dimana hijrah tersebut pada akhirnya mampu membuka pintu, dari kegelapan menuju cahaya yang terang benderang.
Salah satunya yakni Ketika Rasulullah SAW dan para Sahabatnya sampai dikota Yastrib (Madinah), Rasulullah SAW menyatukan dua kaum besar dari para sahabat, yakni kaum Muhajirin (Makkah) dan Kaum Anshor (Madinah).
Hingga pada akhirnya banyak orang-orang Anshor pun yang masuk islam ditangan Rasulullah SAW. Dan pada saat itulah Rasulullah SAW mulai membangun tata kelola pemerintahan dengan adil dan juga bijaksana, sampai terkenal peristiwa yang cukup bersejarah yakni terciptanya "Piagam Madinah" yang berisikan maklumat perjanjian antara orang-orang islam Madinah dan orang-orang Kafir Madinah agar tidak saling membunuh satu sama lain, dll.
Lalu dari peristiwa Hijrahnya Nabi SAW dari Kota Makkah menuju Kota Yastrib (Madinah), pelajaran apa yang bisa adik-adik dapati ? Tidak lain tidak bukan yakni bagaimana pelajaran tentang keteguhannya Nabi SAW didalam mensyiarkan dan mendakwahkan agama Allah SWT, dan dari situlah sudah sepatutnya bagi adik-adik menteladani sifat keteguhan Rasulullah SAW tersebut, salah satu caranya yakni dengan gigih terhadap syiar-syiar agama, dan rajin didalam melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhkan diri dari segala larangan-Nya.
Kemudian selanjutnya yakni, membuka diri dari "Kebodohan menuju Kecerdasan", sebagaimana Rasulullah SAW menjadikan Makkah dan Yastrib (Madinah), dari Kota yang penuh kegelapan menuju Kota yang penuh cahaya Allah SWT.
Lalu bagaimana caranya ? Caranya tidak lain tidak bukan yakni dengan terus rajin didalam belajar dan menuntut ilmu, terlebih ilmu akhirat (agama) yang akan membawa kita kesurga-Nya, karena setiap amal tanpa dilandasi oleh ilmu, maka akan tertolak.
Dengan belajar atau menuntut ilmu akan terbuka pintu-pintu rahmat Allah SWT, sehingga kita mendaptkan pertolongan dari Allah SWT dan mampu memahami setiap pelajaran. Sebaliknya, jika adik-adik malas didalam belajar, malas didalam menuntut ilmu, maka penyesalan akan datang diakhir, dan adik-adik akan terus dalam kegelapan dan kebodohan.
Yuuk untuk itu, dalam momentum "Tahun Baru Islam 1442 H" ini, mari kita pertebal kembali Niat, Azam, dan Himmah kita didalam menuntut ilmu, wabil khusus ilmu agama, agar diri kita semua terbebas dari belenggu api neraka. Karena sebaik-baiknya masa adalah massa yang akan datang lebih baik dari massa saat ini.
Selamat Tahun Baru Islam 1442 H
Wallahu A'lam Bishowab
(Penulis : Bimbel An-Nafesha)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar