Ujian terberat orangtua terhadap anaknya yakni
bagaimana menjadikan anak-anaknya sebagai generasi penerus, baik penerus didalam keluarga, agama, bangsa dan Negara. Untuk itu dalam mencapai hal tersebut,
orangtua selalu berusaha untuk menjadikan anak-anaknya menjadi anaknya yang
berpendidikan tinggi, dan mampu menguasai berbagai macam ilmu pengetahuan.
Tidak ada yang salah memang dalam hal tersebut, karena tentu para orangtua ingin melihat anak-anaknya lebih baik nasibnya dari orangtuanya, lebih pintar dari orangtuanya, lebih kaya dari orangtuanya dan sebagainya. Begitulah keadaan yang diinginkan orangtua terhadap anak-anaknya saat ini. Khususnya dalam konteks era globalisasi dan modernisasi seperti ini, zaman mengalami perubahan kearah yang lebih pesat.
Tentu para orangtua lebih ingin
anak-anaknya merespon atas perkembangan zaman. Akan tetapi era globalisasi dan modernisasi seperti saat ini justru membuat kebanyakan orangtua kecolongan terhadap anak-anaknya, sehingga yang terjadi adalah bagaimana para anak-anaknya menjadi anak-anak yang miskin ilmu dan miskin adab didalam kehidupan sehari-harinya.
Tanpa disadari globalisasi dan modernisasi yang ditandai dengan ledakan perkembangan teknologi dan informasi telah membuat arus yang sangat kencang. Memang pada dasarnya perkembangan zaman seperti ini tergantung dari manusianya yang melihat dan menyambutnya dengan cara seperti apa ?. Yakni dengan cara yang bijaksana, atau kita semua justru terjerumus dan terbawa arus perkembangan zaman ini ?, yang pada akhirnya kita semua tidak mampu mendidik anak-anak kita untuk mejadi lebih baik lagi.
Namun, ada satu aspek yang harus kita ketahui dan tekankan atas merosotnya anak-anak kita saat ini. Yang sering dilupakan oleh para orangtua terhadap anak-anaknya, yaitu aspek "Adab/Akhlak". Inilah persoalan yang sangat serius harus dihadapi oleh para orangtua. Jika masalah ilmu, InsyaAllah dengan sendirinya karena belajar, sekolah, bimbel, pastilah perlahan demi perlahan anak akan menyusaikan dan juga menyerap atas ilmu-ilmu tersebut.
Tapi masalah akhlak/adab, tidak lain tidak bukan, madrasah
pertama harus dimulai adalah dari keluarga dan harus dibarengi dengan pendidikan agama yang cukup kuat. Mengenai konteks adab/akhlak ini,
bagaimana kita para orangtua yang harus mempunyai peran sangat ekstra didalam
penanaman adab/akhlak terhadap anak-anak kita pada awal pembentukan pribadi, mental, dan karakter.
Era globalisasi dan modernisasi ini, semakin berkembang dari negeri barat ke negeri timur. Dan perkembangan ilmu barat akhirnya masuk ke negara-negara
timur seperti Indonesia saat ini. Hasilnya kita bisa lihat bagaimana efek
tersebut akan berpengaruh terhadap anak-anak kita. Contoh kecilnya yakni
handphone yang terus menggeliat, sehingga melalaikan anak-anak kita berakhlak
baik kepada para orangtuanya, seperti jika disuruh orangtuanya tidak lagi mau bergerak, dan tidak
lagi mau mendengarkan orangtuanya karena sibuk dengan handphone.
Lalu bagaimana mengatasi kemerosotan akhlak pada anak-anak kita ?. Tidak lain tidak bukan yakni harus dilakukannya oleh para orangtua yakni :
1). Tanamkan pendidikan akhlak dan adab sejak balita, sehingga itu semua akan terbiasa terhadap anak-anak kita sampai dewasa.
2). Menjaga anak-anak kita dari makanan dan minuman yang haram, baik dari segi pemerolehannya bahkan dari segi zatnya.
3). Lalu pilihlah sekolah yang mampu menumbuhkan adab dan perangai yang baik dalalm kehidupan sehari-harinya seperti pondok pesantren, jika tidak disekolahkan dipondok pesantren, maka selepas sekolah formal biasa, maka orangtua wajib untuk mendidik secara lebih dan ekstra
4). Serahkan anak-anak anda kepada para guru ngaji yang arif dan ikhlas, jika para orangtua tidak bisa mengajar mengaji anak-anaknya. Karena dengan menyerahkan anak-anak kita mengaji kepada guru ngaji, maka pendidikan adab/akhlak anak-anak kita akan terjamin
Untuk itu sudah sepatutnya bagi para orangtua terus perihatin dan
lebih perduli terhadap masalah adab/akhlak anak-anaknya. Kita tidak melarang
anak-anak kita untuk berpendidikan tinggi, cerdas, kaya dll, itu memang kewajiban para orangtua. Namun, alangkah baiknya jika pengetahuan yang luas, dan pendidikan yang
tinggi tersebut harus dibarengi dengan adab, akhlak, sopan santun. Karena buat apa anak-anak kita cerdas, kaya, berpendidikan tinggi namun miskin adab/akhlak.
Mari kita ajarkan anak-anak kita agar beradab, berakhlak,
dan bersopan santun, baik dengan orangtuanya, orang yang lebih tua, orang yang
lebih muda, terhadap kakak-adiknya, saudaranya, bahkan kepada teman
sebayanya. Hal tersebut tidak lain tidak bukan harus kita mulai dari keluarga
kita sendiri.
Semoga kita semua mendapatkan keberkahan adab dan akhlak dari Allah SWT
(Penulis : Bimbel An-Nafesha)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar