Masa pandemi seperti ini telah berdampak keseluruh sektor, bahkan yang merasakan dampaknya yakni sektor “Pendidikan”. Sebagaimana kita ketahui bahwasannya pendidikan merupakan aspek terpenting dari sebuah kehidupan, manusia jika tidak mempunyai pendidikan, dan tidak berpendidikan maka kehidupannya tidak jelas terarah. Untuk itu pendidikan merupakan syarat dan faktor terpenting didalam keberhasilan seseorang didalam dunia. Dengan pendidikan manusia dapat membedakan mana yang salah dan benar, juga yang mana yang baik dan juga tidak baik.
Namun dalam masa
pandemi seperti ini, nampaknya pendidikan telah mati. Salah satu bukti nyatanya
yakni dimana sekolah-sekolah diliburkan, dikarenakan pemerintah khawatir jika
sekolah tetap masuk dikala masa pandemi covid seperti ini, akan banyak para siswa
yang terkena dan terpapar virus corona. Jika ditelisik lebih jauh dengan ilmu
kesehatan, maka alasan itu cukup kuat, karena yang paling rentan terkena virus
corona adalah para orangtua lanjut usia dananak-anak.
Dan tentu saja, akibat dari liburnya sekolah dalam masa pandemi covid seperti
ini, instasi-instasi sekolah dan pemerintah akhirnya mengeluarkan banyak
kebijakan. Salah satu kebijakan dari pemerintah dan sekolah yakni dengan
menyelenggarakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Pembelajaran jarak jauh
merupakan solusi dan alternatif yang dikeluarkan pemerintah dan sekolah-sekolah
agar para siswa mau belajar dirumah sebagai pengganti belajar disekolah.
Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) ini merupakan sebuah model pembelajaran berbasis
online. Dengan begitu objek yang dituju adalah alat komunikasi seperti
handphone, dan subjeknya adalah siswa itu sendiri dan orangtua. Jadi
Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) ini bukan hanya saja terdapat masalah, namun akan
merumitkan para orangtua yang jarang bahkan tidak pernah mengajari anak-anaknya
dirumah.
Masalah-masalah yang
ditimbulkan sebab Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) ini sangatlah beragam. Salah satunya
adalah bahwa para orangtua harus memiliki akses internet yang memadai, jika
tidak pasti akan menjadi sebuah kendala didalam belajar anak-anaknya. Dan
masalah internet ini berkaitan dengan kuota paket, dan kuota paket berkaitan
dengan uang. Karena tidak semua para orangtua tidak memiliki uang untuk
membeli kuota paket internet. Hal ini diperparah dengan wacana pemerintah yang
akan memberikan kuota internet gratis, namun itu semua hanya ilusi belaka.
Kemudian masalah
selanjutnya yakni bahwa para orangtua tidak handal dan tidak cakap didalam
mengajarkan anak-anaknya, terutama tugas sekolah. Jika para orangtua yang
mungkin hanya lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA), ataupun bahkan lulusan
Sekolah Menengah Pertama (SMP) tentu akan kesulitan jika berhadapan dengan
anak-anaknya didalam mengerjakan tugas sekolah. Karena tidak semua para orangtua
yang memiliki dan mengerti metode pembelajaran sekolah. Tentunya dari situ anak
akan mudah bosan, jenuh, bahkan orangtua akhirnya emosi karna sikap
anak-anaknya. Hasilnya anak-anaknya menggunakan handphone untuk bermain game,
bukan untuk belajar.
Lalu masalah yang
terakhir yang biasa dihadapi orangtua ketika Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) ini
adalah bahwa para orangtua sering sibuk dengan urusan pribadi bahkan
pekerjaannya. Karena tidak semua para orangtua yang dirumah atau bekerja dirumah,
hasilnya anak-anaknya tidak ada yang mengurus dan bahkan lalai didalam belajar.
Oleh sebab itu akhirnya anak-anaknya lebih memilih bermain diluar atau bermain
game, dan mengabaikan tugas-tugas dari sekolah.
Oleh sebab itu tidak
ada cara lain kecuali para orangtua mengamati masalah-masalah selama
Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) ini dengan seksama. Jika tidak, pasti akan
berdampak kepada anak, yakni anak akan malas belajar, anak akan mengabaikan
perintah orangtua, bahkan yang terparah adalah bahwa anak minim prestasi
disekolah yang berujung tidak naik kelas disekolahnya. Tentu hal ini harus
dicermati oleh para orangtua, agar nantinya anak tidak menjadi bahan kesalahan
orangtua jika tidak berprestasi disekolah.
Tidak ada kata lain
kecuali orangtua harus mempunyai solusi untuk anak-anaknya, salah satu solusi
yang dianggap jitu adalah dengan menyerahkan anak-anaknya kepada Bimbingan
Belajar (Bimbel). Dengan menyerahkan anak-anaknya kepada bimbel, orangtua tidak
akan bingung lagi dengan kuota internet, metode pembelajaran, bahkan tentang
kesibukan sehari-hari. Karena ketika para orangtua menyerahkan anak-anaknya
kepada bimbel yang terpecaya, anak-anaknya setidaknya akan diajari oleh guru
bimbel yang mengajar, dan tugas-tugas sekolah akan terselesaikan tanpa orangtua
mengajari lagi, bahkan banyak anak-anak yang berprestasi disekolah karena
mengikuti bimbingan belajar (bimbel).
Untuk
itu kami dari Bimbingan Belajar
An-Nafesha (Bimbel An-Nafesha) mengajak kepada para orangtua agar menyerahkan
anak-anaknya kepada kami. InsyaAllah anak-anaknya akan kami berikan yang terbaik
dengan metode pembelajaran yang kami ketahui, dan diajarkan oleh guru yang
sudah berpengalaman. Kesemuanya itu akan berbalik kepada Ayah dan Bunda, karena
kami tidak akan mengumbar janji, namun akan memberikan bukti, yakni dengan
prestasi yang cemerlang bagi anak-anaknya disekolah.
Kontak Person : 0838-908-233-14
Penulis : (Bimbel An-Nafesha)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar