Ketika anak sudah beranjak remaja, banyak perubahan yang tidak hanya dialami oleh anak. Orang tua pun ikut mengalami perubahan. Dari yang tadinya Bunda masih bisa peluk-peluk anak didepan umum, sekarang anak sudah tidak mau lagi dipeluk. Emosi mereka pun selalu berubah. Jadi cara untuk menghadapi mereka juga berbeda.
Menurut Psikolog, Ayoe Sutomo, anak mulai menginjak remaja ketika usia 10 tahun. Tapi, itu masih masih masa remaja awal. Nah, biasanya anak akan banyak mengalami masalah-masalah pubertas di usia 13-15 tahun. Kata Ayoe, baiknya orang tua tidak melewatkan masa-masa krusial yang dialami anak dimasa remaja ini. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan Bunda dan Ayah ketika anak mulai beranjak remaja :
1. Pahami Kondisi Remaja
Hal pertama yang perlu dilakukan orang tua saat anak beranjak remaja adalah memahami bahwa masa remaja adalah masa 'badai' untuk anak. Mereka melalui berbagai tantangan dimasa ini. Pahami juga perubahan mood remaja. Ketika terjadi perubahan emosi, Bunda dan Ayah sudah bisa memaklumi kondisi tersebut.
"Jadi, kalau anaknya moody, kemudian marah-marah terus, pahami bahwa itu adalah perubahan hormon yang terjadi. Jadi kondisi itu tidak sepenuhnya salah anak," ujar Ayoe baru-baru ini.
2. Jadikan Anak Sebagai Teman
Berusahalah menjadi teman untuk anak, dan menjadi bagian dari hidup anak. Bisa dengan cara mendengarkan ceritanya tentang apapun yang dia alami disekolah atau dilingkungan teman-temannya. Mungkin juga dengan meminta pendapat anak ketika Bunda dan Ayah akan membuat keputusan. Dengan begini, anak akan merasa keberadaan mereka berarti.
3. Hargai Privasi Anak
Kata Ayoe, anak yang menginjak usia remaja sudah memiliki privasi sendiri, baik dimedia sosial atau dunia nyata. Mereka membutuhkan kedekatan dengan teman-teman dan lingkungan. Jadi, Bunda dan Ayah sekadar memantau pertemanan anak tanpa ikut-ikut didalamnya.
Ayoe menyarankan, untuk menjaga privasi anak dimedia sosial, orang tua tetap boleh mem-follow akun media sosial anak, dan bilang bahwa Bunda dan Ayah follow media sosial mereka. Tapi hanya menjadi 'Silent Followers'. Tidak boleh ikut-ikutan komentar bareng teman-teman anak. Kalau Bunda dan Ayah ingin menanyakan sesuatu, jangan sampaikan dikolom komentar dimedia sosialnya. Tanyakan saja secara langsung supaya anak tetap merasa dihargai privasinya.
"Orang tua tidak boleh ikutan nimbrung komen di situ. Kadang kala itu membuat anak risi. Akhirnya, anak mebuat alter account. Akun lain yang tidak ada orang tuanya. Kalau memang mau jadi followes, ya sudah follow, dan bilang sama anaknya. Tapi ya itu, hargai privasi anak. Justru orang tua akan menjadi teman yang baik, bisa update," papar Ayoe.
Ketika anak beranjak remaja, orang tua tidak lagi menjadi pelindung untuk anak. Bunda dan Ayah justru berganti peran menjadi teman dan sahabat yang baik untuk remaja. Sehingga, anak bisa menceritakan apapun pada orang tuanya tanpa canggung dan ragu. Jadi, Bunda dan Ayah tetap bisa mengetahui kondisi anak.
Sumber : www.haibunda.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar